Senin, 05 Maret 2012

BLOK 2 UP 1


LEARNING OBJECT :
1.    Pengertian Hewan Produksi ?
2.    Apa definisi hewan ruminansia ? berikan contoh dan rasnya !
3.    Apa definisi hewan non ruminansia ? berikan contoh dan rasnya !
4.    Sebutkan cara meningkatkan kualitas reproduksi hewan !

PEMBAHASAN :
I.          Pengertian Hewan Produksi
Hewan produksi adalah hewan atau binatang yang dimanfaatkan hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti  daging, susu, telur, bulu dan masih banyak lagi. Produk tersebut bisa diperoleh dari berbagai jenis ternak seperti ayam, kalkun, puyuh, babi, kambing, sapi domba dan kelinci. Kuda selain sebagai hewan produksi juga menjadi hewan kesayangan. Kali ini kita membahas hewan produksi ternak mamalia. (Anonim. 2011)
II.       Hewan Ruminansis
A.       Pengertian
Hewan ruminansia adalah hewan herbivora yang mencerna makanannya dengan dua langkah, pertama dengan menelan bahan makanan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Lambung hewan ruminansia tidak hanya memiliki satu ruang (monogastrik) tetapi memiliki lebih dari satu ruang (poligastrik). Pada ruminansia dewasa, rumen adalah bagian lambung yang paling besar. Di antara lambung-lambung tersebut lambung sejatinya adalah abomasum, dimana dalam abomasum terjadi proses pencernaan sebagaimana lambung monogastrik lain, karena abomasum menghasilkan cairan lambung (gastric juice). Saat lahir abomasum bayi ruminansia berukuran 70% dari keseluruhan lambung majemuknya, sangat kontras dengan kondisi saat dewasa dimana abomasum hanya 8% dari total volume lambung majemuknya. (Suryadi, 2011)
Hewan Ruminansia adalah hewan pemakan hijauan atau herbivora yang memiliki lambung dengan beberapa ruangan. Hewan ruminansia termasuk dalam sub ordo Ruminansia dan ordonya adalah Artiodaktil atau berkuku belah. Hewan ruminansia memiliki empat lambung, yaitu: Rumen, Retikulum, Omasum, Abomasum. Selain itu hewan ruminansia juga memamah makanan yang telah dicerna atau biasa disebut memamah biak. Contoh hewan ruminansia yaitu sapi, domba, kambing dan rusa (Hakim, Ichal. 2009).
eterangan :
1.  Rumen
2.  Retikulum
3.  Omasum
4.  Abomasum
 
B.       Contoh Ruminansia
1.        Sapi
Sapi adalah hewan ternak anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, dan tanduknya juga kemudian dimanfaatkan. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai untuk membantu bercocok tanam, seperti menarik gerobak atau bajak. (Anonim.2011)
o  Taksonomi
o  Kingdom      : Animalia
o  Filum            : Chordata
o  Kelas            : Mamalia
o  Ordo             : Artiodactyla
o  Sub Ordo      : Ruminansia
o  Famili           : Bovidae
o  Genus           : Bos
o  Species         : Bos Taurus (Eropa), Bos Incidus (Berpunuk), Bos   sundaicus
·      Macam jenis sapi
o  Sapi pedaging
Beberapa contoh Bangsa sapi Eropa: Angus, shorthorn, hereford, defon
Bangsa Sapi India: Brahman
Bangsa sapi Nusantara: Bali, peranakan ongole, Madura
1.      Sapi Angus
Asal : Skotlandia
Ciri-ciri : Relatif kecil, BB ♀ 675 kg, ♂850 kg, tidak bertanduk dan berwarna hitam, tahan hawa dingin, keindukan baik, fertilitas tinggi, kualitas karkas baik dg tulang-tulang kecil, kandungan lemak rendah. (
Suwarso, Djoko. 2009)

2.      Sapi Hereford
Asal : Inggris
Ciri-ciri : Badan medium-berat, ♀ 760 kg, ♂950 kg,muka putih, badan merah dengan warna putih di bagian leher, brisket, flank, switch dan bawah lutut. Bertanduk kearah dalam dan bawah, kemampuan merumput tinggi, reproduksi baik, temperamen baik, tulang kokoh dan daging tebal.
(Blakely, James. 1985)
3.      Sapi Devon
Asal : Inggris
Ciri-ciri : Badan medium, ♀ kg, ♂ kg. Warna: merah tua sampai kecoklatan, tanduk putih krem dg warna ujung hitam, adaptasi suhu ekstrem bagus, dwiguna (daging, susu), tetapi pertumbuhan lambat. (
Blakely, James. 1985)

4.      Sapi Brahman
Asal : India
Ciri-ciri : Badan medium, ♀ 585 kg, ♂ 900kg, bertanduk dan berpunuk. Warna: variasi dari abu-abu, totol-totol sampai hitam. Daya tahan terhadap manajemen minimal, panas, penyakit dan parasit bagus,namun tidak toleran terhadap  suhu rendah, lambat dewasa, fertilitas rendah. Sapi mampu menggerak-gerakkan kulit dengan baik dan sekresi kuning di leher (reppelant serangga). Bila disilangkan dengan Angus menghasilkan Brangus. (
Blakely, James. 1985)
5.      Sapi Limousine
Asal : Perancis
Ciri-ciri : Badan berat kg  ♀ 612 kg, ♂ 907 – 1088 kg, daging tanpa/sedikit berlemak, area loin besar, warna rambut kuning terang, kulit tanpa pigmentasi, lingkar lebih terang di sekitar mata dan moncong. (
Blakely, James. 1985)
6.      Sapi Simmental/Fleckvieh
Asal : Swiss
Ciri-ciri : Badan berat,  ♀ 658-816kg, ♂ 1043-1179kg, panjang dan padat, bertanduk. Warna: merah, mulai dari yang gelap sampai kuning dengan totol-totol dan muka putih. Keindukan dan menyusui baik, pertumbuhan cepat (1,4 kg/hari), karkas tanpa lemak berlebih, adaptasi berbagai iklim baik. (
Blakely, James. 1985)
7.      Sapi Bali
Asal : Indonesia (Bos Sondaicus)
Ciri-ciri : Badan berat 250-650 kg, panjang dan padat, dada dalam, kepala pendek, dahi datar, kaki pendek kuat, bertanduk (keluar lalu kebelakang dan ke atas), ambing kecil susu rendah. Warna: coklat muda (jantan kehitaman), warna putih pada pantat dan lutut ke bawah). (
Suwarso, Djoko. 2009)
 
8.      Sapi Madura
Asal : Indonesia (B.saondaicus x B. indicus)
Ciri-ciri : panjang dan padat, bertanduk pendek melengkung bulan sabit atau lurus kesamping kemudian keatas atau ke depan, ponok kecil, jantan bagian depan lebih kuat daripada belakang. Warna: merah bata, paha belakang putih tapi kaki depan merah muda. (
Suwarso, Djoko. 2009)

9.       Sapi Peranakan Ongole
 Asal  : Indonesia (B. indicus)
Ciri-ciri : Berponok besar, gelambir dan lipatan kulit dibawah perut yang berkembang, telinga panjang menggelantung, kepal relatif pendek dan melengkung, mata besar tenang, kulit 1 cm sekitar mata warna hitam, bertanduk pendek atau bungkul kecil sedang pada betina panjang. Warna: putih atau putih kehitaman, kulit kuning. Pertumbuhan lambat, tahan lapar haus, tahan panas, pakan sederhana, BB: 600-700 kg (jantan), 450-650 (betina). (
Tjahajati, Ida. 2011)


o  Sapi perah
Ø Daerah Sub tropis
1.    Friesian-Holstein
Asal mula: Frieland dan bagian utara Jerman
Ciri-ciri : hitam-putih (resesif: coklat-putih), tanduk ke depan dan melengkung ke dalam. BB 650 kg (betina), 998 kg (jantan), ambing besar, prod susu tinggi (6577kg/th), pemakan yg baik. (
2.    Jersey
Asal mula: Perancis
Ciri-ciri : krem sampai kehitaman, tanduk melengkung kedalam ke depan. BB 453 kg (betina), 725 kg (jantan), ambing baik, prod susu bagus (4356 kg/th), lemak susu tinggi (5,4%), pemakan yg efisien, perumput yg baik meski berkualitas jelek, sapi agak nervous, dan cepet dewasa. (Pramudia, tata. 2010)
3.    Ayrshire
Asal : Skotlandia
Ciri-ciri : Badan sapi Aryshire lebih besar dari sapi Guernsey dan Jersey.
warna bulu bervariasi dari merah dan putih sampai warna mahoni dan putih. Bobot badan betina 545 kg jantan 841 kg dan bobot saat lahir 34 kg. (Pramudia, tata. 2010)
4.    Shortsorn
Asal : Inggris
Ciri-ciri : Warna bervariasi dari hampir putih sampai merah semua, dan ada yang bewarna campuran merah dan putih. Bobot badan ideal jantan 955 kg, berat pada saat lahir 34 kg Kadar lemak susunya 3,65% Produksi susunya 5.126 kg per laktasi. (Pramudia, tata. 2010)

 5.    Guernsey
Asal : Inggris
Ciri-ciri : Tanda-tandanya-Warnanya kuning tua dengan belang-belang hitam-putih, warna putih pada umumnya terdapat pada muka dan sisi perut danpada keempat kakinya. Tanduknya menjurus kedepan dan agak condong ke depan dengan ukuran sedang. Cepat menjadi dewasa, tetapi sedikit lebih lambat daripada Yersey.-Produksisusu: 2750 liter per masa laktasi. Berat badan sapi jantan mencapai 700 kg, betina 475 kg. (Pramudia, tata. 2010)

ü Daerah Tropis
1.  Red Sindhi
Asal : Pakistan
Ciri-ciri : Bobot sapi betina dewasa 300-350 kg, jantan dewasa 400-454 kg. Produksi rata-rata untuk satu masa laktasi 1.662 atau berkisar 5-6 liter per hari. Kadar lemaknya 4,9%. (Tjahajati, Ida. 2011)
2.  Sahiwal
Asal : Pakistan
Ciri-ciri : Warna merah kecoklatan atau merah pucat dg bercak putih. Badan panjang, dada lebar, gelambir besar, Ambing pendulus, Berat dewasa 450-550 kg. Produksi susu 7,5 liter per hari dg kadar lemak 4,3 – 6,5%. (Tjahajati, Ida. 2011)
3.  Australian Milking Zebu
Asal : Australia
Ciri-ciri : Persilangan antara Sahiwal, Red sindhi dan Jersey, Warna kuning emas sampai coklat kemerahan. Hidup di daerah tropis, Produksi susu 7 - 16 liter per hari. (Tjahajati, Ida. 2011)

2.        Kambing
Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar.Kambing sudah dibudidayakan manusia kira-kira 8000 hingga 9000 tahun yang lalu. (Anonim. 2011)

o 
Upafamili        : Caprinae
Genus              :
Capra
Spesies            :
C. aegagrus
Upaspesies      : C. a. hircus
 
Taksonomi
Kingdom         : Animalia
Filum               :
Chordata
Kelas               :
Mammalia
Ordo               :
Artiodactyla
Famili              :
Bovidae

·      Macam Jenis Kambing
o  Kambing Boer
     Asal : Afrika
     Ciri-ciri : Kepala dan leher berwarna coklat dengan badan serta kaki berwarna putih, dan kulit berpigmen pada bagian tubuh yang terpapar sebagai pelindung terhadap sengatan matahari. Tanduknya menonjol dengan baik, telinganya lebar dan menggantung. Dalam kondisi baik kambing boer betina deasa yang telah dimuliakan mempunyai berat 60-75 kg, Angka reproduksi (7% kembar tiga, 50% kembar dua), menghasilkan susu (1,3-1,8 kg/hari).
o  Kambing Kacang
Lokasi : Indonesia, Malaysia, Thailand
Ciri-ciri : kecil, pendek (BB: ♀ 20 kg, ♂25 kg; Tinggi: ♀ 56 cm, ♂60-65 cm), karkas 45-51%, telinga kecil, berdiri. Prolifik (anak kembar), jantan dan betina bertanduk, jantan berjenggot bersurai panjang         kasar dari leher sampai ekor, rambut: pendek, warna : bervariasi (coklat, hitam).
o  Kambing Merica
Asal            : Sulawesi
Ciri-ciri
: Diduga berkaitan dengan kambing kacang tetapi lebih kecil dari pada kambing kacang di Jawa, Telinga pendek
o  Kambing Ettawah (Jamnapari)
Asal            : Jamnapari, India
Ciri-ciri : Besar (BB: ♀ 30-50 kg, ♂40-70 kg; Tinggi: ♀70-90 cm, ♂80-100 cm). Telinga panjang (30 cm), jatuh, jantan dan betina bertanduk, kaki panjang dengan rambut di kaki belakang. Warna : belang putih hitam, putih coklat/merah, hidung melengkung, puting susu besar dan panjang (seperti botol). Susu   : produktif (sampai 3 L/hari/hewan).
o  Kambing Peranakan Ettawah (PE)
Asal            :  Indonesia (persilangan Jamnapari dengan kacang di Jawa)
Ciri-ciri : besar (BB: ♀ 30-50 kg, ♂40-70 kg; Tinggi: ♀70-90 cm, ♂80-100 cm). Telinga panjang (18 - 30 cm), jatuh. Jantan dan betina bertanduk, rambut: Jantan: disekitar leher-pundak lebat panjang, betina: hanya di kaki belakang, kaki panjang dengan rambut di kaki belakang. Warna : belang putih hitam, putih coklat/merah, hidung melengkung, puting susu besar dan panjang (seperti botol). Susu   : produktif (sampai 3 L/hari/hewan).
o  Kambing Gembrong
Asal            : Bali, Indonesia. Diduga keturunan kambing Angora/Kasmir
Ciri-ciri : lebih besar daripada kambing kacang besar (tinggi 58-65 cm), BB 32-45 kg. Berambut panjang dan halus (25 cm, khususnya jantan), jumbai di dahi kadang tutupi mata dan muka. 
o  Kambing Saanen
Asal            : Saanen, Swiss
Ciri-ciri : Telinga medium, tegak. Jantan dan betina tidak bertanduk, kepala lebar. Warna : putih atau coklat muda/krem dg belang hitam di kepala, hidung, telinga dan putting.Susu   : produktif (816 – 907 kg/th)
o  Kambing Alpine
Ciri-ciri       : Ukuran dan tinggi badan sama dengan Saanen, ada yang bertanduk ada yang tidak bertanduk, ada garis putih di atas hidung.  Warna : bervariasi (putih – hitam) Susu   : produktif
o  Kambing Anglo-Nubian
Ciri-ciri : Rambut pendek, kaki panjang, beradaptasi baik dengan iklim panas. Ada yang bertanduk ada yang tidak bertanduk, prolific. Produksi daging dan susu bagus (589 – 680 kg/th). BB: ♀ 18,2 kg, ♂ 24,6kg.
o  Kambing Angora
Asal  : Turki (pegunungan, iklim kering, suhu ekstrem)
Ciri-ciri: Dahi terbuka, bulu panjang, jantan dan betina bertanduk.
 BB: ♀ 35-45 kg, ♂ 55-80 kg.
o  Kambing Toggenburg
Ciri-ciri: dua garis warna putih di bag muka, telinga berdiri, mungkin punya atau tidak punya wattles (tonjolan kulit di dekat rahang bawah), biasanya tanpa tanduk, BB:68-79 kg (jtn), 45-61 kg(btn), produksi susu: 680-725 kg/th.

3.      Domba
Domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis aries), yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Untuk tipe lain dari domba dan kerabat dekatnya, lihat kambing antilop. Domba berbeda dengan kambing. Domba yang kita kenal sekarang merupakan hasil domestikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yakni :
a.       Mouflon (Ovis musimon), merupakan jenis domba liar yang berasal dari Eropa Selatan dan Asia kecil
b.      Argali (Ovis ammon), merupakan jenis domba liar yang berasal dari Asia Tengah dan memiliki tubuh besar yang mencapai tinggi 1,2 m
c.       Urial (Ovis vignei), merupakan jenis domba liar yang berasal dari Asia.
·      Taksonomi
Kingdom      : Animalia
Filum            : Chordata
Kelas            : Mammalia
Ordo             : Artiodactyla
Famili           : Bovidae
Upafamili     : Caprinae
Genus           : Ovis
Spesies          : O. Aries

·      Macam domba
o  Domba Ekor Tipis( DET )
Lokasi : Indonesia, Malaysia
Ciri-ciri: relatif kecil, BB ♀ 15-35 kg, ♂30-50 kg, wol, jantan bertanduk (tidak melingkar), betina tidak. Warna: putih, coklat, hitam, belang hitam putih, coklat putih, kepala belang.telinga 2 – 6 cm.    reproduksi sepanjang tahun, Prolifik, anak sekelahiran 2-5 ekor (sesuai ketersediaan pakan), tahan parasit gastrointstinal.
o  Domba Ekor Gemuk( DEG )
Lokasi : Madura, Sulawesi, Jawa Timur, Lombok(asal Asia Tengah, dibawa pedagang Arab)
Ciri-ciri: relatif besar dibanding DET, jantan bertanduk kecil betina tidak
Ekor   : panjang (24 cm) lebar (20 cm)   berlemak, ujung kecil (lurus/melengkung huruf S). Kepala tampak besar, telinga kecil/panjang, leher panjang bergelambir, tanduk hanya tonjolan kecil.BB jtn 30-60 kg, btn 25-35 kg.Litter size 2-4 ekor. Warna: putih. (Murdjito, Bambang. 1992)
o   Domba Priangan/Garut
Lokasi :  Jabar
Silangan domba DET, Merino dan DEG Afrika Selatan
Ciri-ciri   : Besar (♀ 25-40 kg, ♂45-75 kg), petarung/pedaging, karkas 50%. Tanduk: jantan bertanduk besar, melengkung ke belakang, spiral, pangkal hampir menyatu. Telinga: panjang/sedang/pendek, blkg tanduk . Ekor    : pendek, pangkal lebar. Rambut: kasar, Warna : putih, hitam, coklat. Anak   : 1-4 ekor/kelahiran. (Murdjito, Bambang. 1992)
o   Domba Barbados Blackbelly
Asal     :  Barbados Island
Ciri-ciri:Besar (♀ 30-50 kg, ♂50-80 kg)
Jantan memiliki “mane” (rambut panjang di dada dan leher)
Prolifikasi medium
Warna : coklat dengan black belly
o   Domba Merino
Ciri-ciri: biasanya bertanduk. Tubuh ditutupi wol keriting warna putih. Reproduksi sepanjang tahun. (Murdjito, Bambang. 1992)
o   Domba Karakul
Asal Asia Tengah
Ciri-ciri: Jantan bertanduk, tubuh ditutupi Fur, warna : hitam atau coklat. (Murdjito, Bambang. 1992)
o   Domba Lincoln
Asal Lincoln Inggris
Ciri-ciri: jantan betina tidak bertanduk, muka berwarna putih (tertutup wol), kaki tertutup wol, produksi daging bagus.

o   Domba Highland
Asal Skotlandia
Ciri-ciri: Jantan betina bertanduk, wool panjang, keras dan kasar (cocok untuk permadani), warna : hitam atau belang, kaki tidak berbulu, muka hitam


4.      Kerbau
Kerbau adalah binatang memamak biah yang masih termasuk dalam subkeluarga bovinae. Kerbau liar atau disebut juga Arni masih dapat ditemukan di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Indonesia, dan Thailand. Penjinakan kerbau sangatlah umum di Asia, Amerika selatan, Afrika utara, dan Eropa. Kerbau liar banyak hidup dan ditemui di Asia Tenggara, walau asal-usul kerbau ini masih dipertanyakan. (Anonim. 2011)
o  Taksonomi
Kingdom      : Animalia
Filum            :
Chordata
Kelas            :
Mammalia
Ordo             :
Artiodactyla
Famili           :
Bovidae
Upafamili     :
Bovinae
Genus           :
Bubalus
Spesies          : B. bubalis
o  Macam Kerbau
o   Kerbau Murrah
Kerbau yang terkenal di India dan berasal dari Punyab Selatan. Kerbau ini merupakan kerbau yang banyak diternakan di Indonesia, khususnya didaerah sekitar Medan. Kepala kerbau Murrah berukuran kecil. Tanduknya lebih kecil dibandingkan dengan kerbau yang lain, melingkar kebelakang, dan ujungnya berbentuk spiral. Leher pada jantan tebal dan panjang, sedangkan betina panjang dan tipis. Tubuh padat dan pendek dengan punggung relatif lebar. Kaki lurus dan pendek serta berkuku lebar dan hitam. Warna tubuhnya hitam kelabu. Bobot untuk jantan rata – rata 550 kg dan betina rata – rata 450 kg.
o  Kerbau Surti
Berasal dari Gujarat. Kepala panjang, muka lebar, lubang hidung lebar, dan tanduk pipih seperti sabit. Tubuhnya bulat panjang, kulit tebal, bulu jarang, serta ekor panjang dengan bulu ekor berwarna putih. Muka dan moncongnya bersih, telinga berukuran sedang, dan kulit bagian dalam telinga berwarna merah muda. Leher pada betina berbentuk pipih, sedangkan pada jantan tampaktebal dan massive. Warna kulit kelabu-cokelat.
o  Kerbau Nili-ravi
Berasal dari Montgomeri, sebelah selatan Pakistan. Tubuhnya dalam dan panjangnya relatif sedang. Tanduk berukuran kecil dan lebar. Telinganya runcing serta leher panjang dan tipis. Terdapat warna putih pada bagian dahi, muka, moncong, paha, dan rambut ekor. Umumnya, tubuh berwarna hitam.
o  Kerbau Jaffarabadi
Berasal dari Khatiawar. Ukuran kepala kerbau ini cenderung besar dan lebar. Tanduk tipis menggantung ke leher dengan ujung melengkung. Dahinya menonjol. Umumnya tubuh berwarna hitam kelabu.
o  Kerbau Nagpuri
Bangsa kerbau ini banyak di daerah India tengah dan selatan. Ciri khasnya yaitu mempunyai tanduk yang sangat besar, panjang, dan lebar. Leher berukuran panjang dan warna bulu dominan hitam.
o  Kerbau Kundi
Banyak ditemukan di Karachi, Larkhana, dan Thatta districts. Warna bulunya hitam (solid black). Tanduk kecil dan berbentuk spiral. Kelenjar ambing besar dan kuat. Bobot jantan dewasa 600 kg dan betina 375 kg.

III.   Hewan Non Ruminansia
A.  Pengertian
Hewan non ruminansia adalah Hewan non ruminansia adalah hewan berperut tunggal dan sederhana. Alat pencernaannya terdiri dari mulut, esophagus, perut, usus halus, usus besar dan rektum. Sistem pencernaannya disebut simple monogastric system. Contoh dari hewan non ruminansia adalah kelinci, babi dan kuda (Hakim, Ichal. 2009).

B.     Contoh Hewan Non Ruminansia
1.      Kuda
Kuda adalah Kuda adalah hewan herbifora atau pemakan rumput yang tidak memamah biak dan berlambung tunggal. Bentuk tubuh umumnya seperti tong, kuda memiliki lengan yang panjang, dan leher yang panjang didukung oleh kepala yang besar.  Penglihatan dan pendengaran merupakan indera utama dan tajam.  Bola mata yang besar dan telinga sedang, indah dan aktif bergerak.  Kaki memiliki kulit dan bulu polos, coklat, hitam, krem, putih, dan belang putih.  Kulit dan bulu terdapat dua corak warna yaitu albino dan pigmen kulit hitam, bulu putih.  (Yuriadi, 2011)

o  Taksonomi
Filum      : Chordata (bertulangbelakang)
Klas        : Mamalia
Ordo      : Perissodactyla (berteracak, tdk memamahbiak)
Famili     : Equidae
Genus     : Bos
Spesies   : Equus caballus (Spesies kuda yang kita miliki sekarang)
Keledai (Equus asinus), jantan (Jack), betina (Jannet)
Bagal (mule atau hinny) adalah hasil persilangan kuda dan keledai
o  Jenis Kuda
o  Kuda Arabian
Asal : Mesir
Ciri-ciri : cantik, jinak, kecepatan dan stamina bagus, ekonomis (kondisi tubuh tetap baik pada padang rumput, atau ketersediaan bijian yang minim) (Yuriadi, 2011).
o  Kuda Thoroughbred
Asal : Inggris
Ciri-ciri : cerdas, kecepatan lari dan stamina bagus, ekonomis (kondisi tubuh tetap baik pada padang rumput, atau ketersediaan bijian yang minim) (Yuriadi, 2011).
o  Kuda Belgian
Asal : Belgia
Ciri-ciri : kuda tarik paling besar (BB 850 – 1000 kg atau lebih (Yuriadi, 2011).
o  Kuda Shire
Asal : Inggris
Ciri-ciri : kuda tarik paling tinggi diantara kuda tarik (Yuriadi, 2011).
o  Kuda Appalosa
Asal : Spanyol
Ciri-ciri : Warna Kuda ini dikembangkan suku Indian dan konon orang Indian belum pernah jatuh dari punggung kuda ini saat melawan kavaleri Amerika Serikat. Kuda ini bagus untuk pesiar, pameran, balapan, dan parade. Ciri-cirinya : putih, dibagian pinggang dengan totol-totol gelap berbentuk bulat atau oval telur. Di bagian badan juga sering ditemukan totol-totol, daerah mata dilingkari warna putih, teracak berwarna strip hitam-putih vertikal.


2.      Babi
Babi  adalah sejenis hewan ungulata yang bermancung panjang dan berhidung leper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Kadang juga dikenali sebagai khinzir (perkataan Arab). Babi adalahomnivora, yang berarti mereka mengkonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling pintar, dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengananjing dan kucing.
·  Taksonomi
Filum       : Chordata (bertulangbelakang)
Klas         : Mammalia
Ordo        : Artiodactyla (berjari, berteracak genap, berkuku)
Famili       : Suidae
Genus      : Sus
Spesies     : Sus scrofa (Eropa) dan Sus vittasus (India Timur)(Spesies babi yang kita miliki sekarang)
Babi Eropa           : berbulu kasar, kaki besar, taring panjang
Babi India Timur : warna hitam, samping putih, jinak, kecil

o  Jenis Babi
Ø  Babi Yorkshire
Asal: Inggris
Ciri-ciri: Berwarna putih dengan muka oval dan telinganya tegak. Kemampuan keindukannya bagus dan menghasilkan karkas dengan presentase tinggi. (Blakely, James., 1985)
Ø  Babi Berkshire
Asal: Berkshire (Inggris)
Ciri-ciri: Berwarna hitam dengan kaki, muka, dan lipatan ekor yang berwarna putih. Muka berbentuk oval dan teling tegak. Tipe dagingnya baik sekali, tubuhnya panjang dan karkasnya berkualitas tinggi. Terkenal sebagai babi pedaging. (Blakely, James., 1985)
Ø  Babi Landrace
Asal: Denmark
Ciri-ciri: Berwarna putih, terkenal untuk di manfaatkan dagingnya. Karkasnya sangat panjang, pahanya besar, daging di bawah dagu gemuk dengan kaki-kaki yang pendek. Tulang punggungnya panjang. (Blakely, James., 1985)
Ø  Babi Duroc
Persilangan dari Jersey Red dan Duroc New York
Ciri-ciri: berwarna merah terang hingga gelap dan warna merah-cherry. Pertambahan berat badandan efesiensi pakannya baik sekali. Dewasa kelaminnya cepat. Babi duroc betina mempunyai litter size yang tinggi dan merupakan induk yang baik. Karkasnya merupakan tipe yang baik. (Blakely, James., 1985)


Ø  Babi Hereford
Dikembangkan di La Plata, Missouri
Ciri-ciri: Muka putih, tubuh berwarna merah dengan dua kaki, garis perut serta lipatan ekornya berwarna putih. Tipe kakasnya baik dan daging bagian pundaknya padat dan kompak. (Blakely, James., 1985)
Ø  Babi Bali
Asal: Indonesia
Ciri-ciri: Merupakan babi besar, tubuhnya berwarna hitam dan putih dengan tipe lard (babi tipe lemak). Sangat tahan penyakit, kesuburannya tinggi, dan bobot badannya mencapai 100 kg. Umumnya, tubuhnya berwarna belang hitam dan putih dengan ujung ekor berwarna putih. Cepat berkembang, sekali beranak 8-14 ekor. (Putra, Aswin I., 2009)

IV.   Teknik Meningkatkan Kualitas Produksi Hewan

Ø  Inseminasi Buatan 
      Inseminasi Buatan atau yang sering disebut dengan IB atau kawin suntik adalah suatu teknik untuk memasukkan sperma (spermatozoa atau semen) yang disuntikan dengan alat khusus yang disebut insemination gun yang berbentuk panjang.
Inseminasi Buatan (IB) adalah proses pemasukan semen (mani) ke dalam
saluran reproduksi (kelamin) betina dengan menggunakan alat buatan manusia. Tujuan penerapan teknologi IB adalah untuk introduksi/ penyebaran pejantan unggul di suatu daerah yang tidak memungkinkan untuk kawin alam serta pelestarian plasma nutfah ternak jantan yang diinginkan. Prosedur inseminasi buatan tersebut meliputi :
1.      Seleksi Pejantan
Pejantan-pejantan unggul diseleksi dari program breeding terencana dipakai
dalam penyediaan semen beku. Seekor pejantan unggul dapat menghasilkan 25.000 ekor anak per tahun melalui penggunaan semen beku, sehingga selama hidup dari seekor pejantan unggul dapat diperoleh 150.000 ekor anak (Sumbung, 2002).
2.      Penampungan Semen
Penampungan semen dapat dilakukan dengan cara menggunakan vagina buatan, elektroejakulator, dan massage (pengurutan). Penampungan semen yang umum dan rutin dilakukan dalam kegiatan IB adalah menggunakan vagina buatan. Vagina buatan adalah selongsong karet yang keras dan kuat kemudian dilapisi dengan karet yang lembut dan diberi pelicin (vaselin), salah satu ujungnya dilengkapi dengan tabung untuk menampung semen. Metode penampungan semen dengan vagina buatan dilakukan dengan membuat pejantan berejakulasi dalam vagina buatan, kemudian semen ditampung di dalam tabung.
3.      Evaluasi Semen
Sesudah penampungan semen, dilakukan evaluasi semen berupa penilaian
keadaan umum (volume, warna, dan konsistensi), motilitas (gerakan massa dan gerakan individual), konsentrasi dan penilaian morfologik (kelainan primer dan sekunder).
4.      Pengenceran Semen
Pengenceran semen dapat dilakukan dengan menggunakan bahan seperti buffer isotonik yang berisi karbohidrat sebagai sumber energi, protein pelindung, antibiotik, dan semen yang akan dibekukan ditambah dengan crioprotectan (glycerol atau dimethylsulphoxide). Semen sapi dapat diencerkan 10 – 75 kali, semen domba 5 – 10 kali, dan semen kambing 10 – 25 kali, tetapi semen babi dan kuda hanya 2 – 4 kali saja. Satu kali inseminasi diperlukan 10 – 15 juta spermatozoa motil pada sapi, 200 juta pada domba dan kambing, 500 juta pada babi, dan 1.500 juta pada kuda. Dengan dosis inseminasi ini dapat dihitung berapa banyak betina dapat diinseminasi dari seekor pejantan.
5.      Penyimpanan/ Pembekuan Semen
Semen yang telah diencerkan yang tidak dapat langsung digunakan, dapat
disimpan atau dibekukan. Semen dimasukkan ke dalam straw plastik volume 0,5 cc atau 0,25 cc (mini straw) kemudian dibekukan dalam nitrogen cair pada suhu –196oC di dalam kontainer.
6.      Thawing/ Pencairan Semen
Semen yang telah dibekukan dapat dicairkan kembali (thawing) pada temperatur tertentu, kemudian langsung diinseminasikan ke dalam cervix atau corpus uteri. Semen 3 yang sudah dicairkan tidak boleh dikembalikan lagi/ dibekukan tetapi harus segera dideposisikan pada saluran reproduksi betina.

§  Pelaksanaan Inseminasi Buatan
Pelaksanaan inseminasi buatan meliputi : deteksi berahi, waktu optimum untuk
inseminasi, tempat deposisi semen, dan metode inseminasi buatan.
Deteksi berahi, dapat dilakukan oleh peternak dengan melakukan pengawasan secara intensif kepada ternak. Sinkronisasi berahi dapat dilakukan untuk mendapatkan kelahiran anak dalam waktu yang bersamaan, terutama untuk memperhitungkan musim saat kelahiran anak.
Waktu optimum untuk inseminasi, perlu diketahui agar diperoleh angka konsepsi yang tinggi. Lama berahi pada masing-masing jenis ternak berbeda, sehingga waktu optimum untuk inseminasi berbeda-beda.
Tempat deposisi semen, yang paling baik untuk memperoleh angka konsepsi paling tinggi dilakukan pada posisi 4 yaitu pada pangkal corpus uteri di belakang cervix.
Cara pelaksanaan IB, ada dua metode yaitu metode rektovaginal dan metode
spekulum. Metode rektovaginal digunakan pada ternak besar sedang metode
spekulum pada ternak kecil (domba dan kambing).
Tujuan Inseminasi Buatan
a.    Memperbaiki mutu genetika ternak.
b.    Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya.
c.    Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama.
d.   Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur.
e.    Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.

Ø  Transfer embryo
Transfer embrio adalah suatu proses dimana embrio dipindahkan dari seekor hewan betina yang bertindak sebagai donor pada waktu embrio tersebut belum mengalami implantasi, kepada seekor betina yang bertindak sebagai ppenerima sehingga resepien tersebut menjadi bunting (Hartantyo, 1987).
Transfer embrio merupakan suatu proses, mulai dari pemilihan sapi-sapi donor, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penanganan dan evakuasi embrio, transfer embrio ke resipien sampai pada pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran.
Dengan Transfer Embryo seekor betina unggul yang disuperovulasi kemudian diinseminasi dengan sperma pejantan unggul dapat menghasilkan sekitar 40 ekor anak sapi unggul dan seragam setiap tahun.
Manfaat Transfer Embryo ada 2 diantaranya: 
§  Penyediaan bibit ternak unggul yang seragam
§  Peningkatan produksi susu, kualitas daging dan pertumbuhan yang cepat.

Ø  In Vitro Fertilization (IVF)
Sel telur belum matang (oosit) diambil dari ternak hidup atau ovarium berasal dari ternak betina yang baru dipotong. Oosit tersebut kemudian dimatangkan dan dibuahi di laboratorium, dan dikultur sampai pada tahap tertentu dan selanjutnya ditransfer ke ternak resipien atau dibekukan untuk ditansfer kemudian. Proses ini dikenal sebagai pematangan in vitro atau fertilisasi buatan atau dikenal sebagai IVM / IVF (In Vitro Maturation/ In Vitro Fertilization)
Oosit dapat juga diperoleh dari folikel matang pada siklus berahi normal atau
yang sengaja distimulasi hormon gonadotropin pada ovarium hewan prepubertas atau hewan yang tidak berjalan siklusnya. Pada kasus yang kedua oosit harus dimatangkan terlebih dahulu secara in vitro sebelum difertilisasi kemudian ditransfer ke resipien. Sel-sel telur hasil superovulasi juga dapat dibuahi dengan teknik fertilisasi in vitro. Spermatozoa dari sapi jantan yang berkualitas tinggi dan sel telur sapi betina yang berkualitas tinggi dapat difertilisasi di laboratorium, kemudian ditransfer ke sapi lainnya sampai anak sapi lahir. Embrio hasil fertilisasi in vitro dapat dibawa dari suatu peternakan ke peternakan lain dan dari satu negara ke negara lain untuk meningkatkan sifat ternak. Lebih ekonomis jika mengirimkan satu kotak kecil berisi embrio beku yang disimpan dalam nitrogen cair daripada mengirimkan sapi dewasa. (Nursyam. 2009)
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Hewan Produksi. www.scribd.com. 31/10/2011
suryadi. 2011. Pengertian ruminansia. blogs.unpad.ac.id.  31/10/2011
Anonim. 2011. Pengertian Sapi,Kuda, Kambing, Domba dan Kerbau. www.wikipedia.org. 1/11/2011
Murtidjo, Bambang A. 1993. Memelihara Domba. : Yogyakarta : Kanisius
Hakim, ichal. 2009. Pengertian non ruminansia. www.adypadoe.com/pengertian-hewan-ruminansia-dan-non-ruminansia.html. 01/11/2011
Sihombing, DTH. 2006. Ilmu Ternak Babi edisi dua.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Blakely, James. 1985. Ilmu Peternakan edisi keempat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Yuriadi, 2011. Ternak Nonruminansia. Kuliah Pengantar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Nursyam. 2009. Perkembangan iptek di bidang reproduksi ternak Untuk meningkatkan produktivitas ternak. Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar